Senin, 11 Januari 2010

Mengerikan Kalau Harus Minta Bukti (Perihal Tsunami Solomon, Gempa California, dan Puting Beliung yang Merobohkan Ribuan Pohon Jati)

Implementasi atau aplikasi teori ekonomi makro biososioekonomi tidak tergantung pejabat atau penguasa pada institusi apa pun apakah itu institusi agama, media massa, institusi negara, institusi akademis, atau yang lain, bahkan juga tidak tergantung pada saya, tetapi tergantung pada kuasa Tuhan secara langsung. Perubahan besar yang tidak menyakitkan akan terjadi manakala semua orang pada posisi, jabatan, dan kapasitasnya masing-masing menyesuaikan diri agar sejalan dengan teori ekonomi makro biososioekonomi. Memang perubahan besar secara damai itu menuntut partisipasi semua orang. Tetapi itu tidak berarti tergantung pada orang atau institusi apa pun, karena sering terjadi pejabat institusi tersebut bersikap sombong, sewenang-wenang, degil, bodoh, pura-pura tidak tahu dan berbagai sikap buruk lain yang menghambat implementasi teori ekonomi makro biososioekonomi. Alangkah kasihannya rakyat kalau sangat tergantung pada pejabat atau penguasa pada institusi seperti itu. Sementara kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa Tuhan yang peduli pada mereka yang lapar dan miskin mempunyai rencana yang baik untuk kesejahteraan umum.

Pengalaman saya mengatakan ketika teori ekonomi makro biososioekonomi dibuang, sering terjadi sesuatu. Demikian ketika kunjungan di blog ini merosot, saya merasa was-was dan khawatir akan terjadi sesuatu. Setelah saya melihat dari catatan saya bahwa pada Jumat 1/1/2010 dan Sabtu pagi 2/1/2010 kunjungan di blog ini nge-drop ke angka 14 dan 18 klik per hari maka saya menuliskan perasaan saya di status facebook saya (Hani Putranto). Inilah status yang saya tulis Sabtu pagi 2 Januari 2010:

"Ampunilah mereka ya Tuhan, karena tidak tahu apa yang mereka lakukan. Namun semuanya itu kuserahkan kepada kebijaksanaan dan kehendak-Mu karena 1 milyar rakyat-Mu terancam kelaparan. Aku hanya manusia biasa yang hanya bisa berdoa: 'Ya TUHAN berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN berilah kiranya kemujuran!' "

Seorang teman, W, mengomentari status saya:
"Ya karena begitu banyak bahan makanan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk keperluan manusia, tetapi dipakai keperluan ternak. Tetapi nubuatan Tuhan mesti terjadi, sehingga manusia baru bisa mengerti dan memahami. Alangkah indahnya dunia bila setiap manusia bisa percaya, mengerti, dan memahami tanpa harus meminta 'bukti' Puji Tuhan"

Kemudian saya menuliskan komentar saya:
"@ N: Tks atas jempolnya
@ W: Benar. Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya. Mengerikan kalau segala sesuatu harus minta tanda/bukti. Tks juga atas jempolnya"

Hari Senin 4 Januari 2010 dua gempa bumi di atas 6 SR mengguncang Kepulauan Solomon dan menimbulkan tsunami (sumber berita http://m.kompas.com/news/read/data/2010.01.04.11264689)

Hari Selasa pagi 5 Januari 2010 mata saya terbelalak menatap mesin penghitung kunjungan yang menunjuk angka 8.460. Gila! (pikir saya dalam hati). Ini berarti hanya naik satu angka dari Senin sore. Atau mungkin browser yang saya pakai ini eror tidak bisa menampilkan data yang up to date? Tetapi setelah saya coba lagi hasilnya tetap sama yang berarti selama semalam suntuk hanya ada satu kunjungan. Dengan mencoba tetap tenang saya meng-update status facebook saya dengan penggalan lagu rohani. Seperti ini status saya yang saya tulis pada tanggal 5 Januari 2010 pagi jam 08:03:

"Sungguh damai dan tenang hidup di dalam tangan Tuhann...kuberbakti penuh riang dalam kasih Tuhan...Ooo indah kasih-Mu...."

Teman SMA saya, FZ, memberi komentar: siiip tenan! Lima orang mengirim jempolnya menyukai status ini. Tanggal 6 Januari 2010, jam 05:33 pagi saya menuliskan komentar saya:

"Tks semuanya. GBU. 'Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!' "

Doa seperti itu saya daraskan setiap pagi dan malam dan ketika saya merasa dalam situasi genting atau merasa was-was akan terjadinya sesuatu. Rabu pagi saya lihat catatan saya tingkat kunjungan di blog ini masih di bawah 20 klik per hari yaitu hanya 14 klik.

Hari Kamis 7/1/2010 pagi sesampai di kantor saya membaca harian Kompas di halaman 1 ada puting beliung yang menyapu Jawa-Bali dan merobohkan ribuan pohon jati (versi digitalnya bisa dibaca di http://m.kompas.com/news/read/data/2010.01.07.0320060).

Sebenarnya sejak saya merasa was-was karena kunjungan di blog ini nge-drop pada hari Jumat dan Sabtu, saya sudah merencanakan meposting tulisan biososioekonomi yang mungkin bisa mengangkat tingkat kunjungan di blog ini. Beberapa tulisan yang terkait dengan biososioekonomi memang ada yang masuk 10 besar artikel terpopuler di blog ini. Maka pada Rabu Pagi tanggal 6 itu saya memposting tulisan biososioekonomi di blog ini pada jam 05:04. Kamis esok harinya memang kunjungan terangkat ke angka 30-an klik per hari. Saya merasa tenang. Dan tidak lagi mengungkapkan rasa was-was saya di facebook.

Pada hari Minggu 10 Januari siang hari saya kaget ketika mengakses mobile google dot com karena ada gempa berskala di atas 6 SR di California. Saya cek di Kompas mobile (http://m.kompas.com/news/read/data/2010.01.10.13134162) memang ada gempa. Lalu saya cek di buku catatan kunjungan, ternyata setelah saya perhatikan dan saya hitung memang hanya ada 18 klik di Minggu pagi (dari Sabtu Pagi ke Minggu Pagi counter kunjungan meningkat 18 klik).

Memang mengerikan kalau segalanya harus minta bukti atau tanda. Tetapi hal penting yang ingin saya sampaikan di sini adalah bahwa implementasi biosoioekonomi tidak tergantung pada pejabat yang menguasai berbagai institusi yang saya sebut di atas tetapi tergantung pada kuasa Tuhan sebagaimana ditulis Kitab Suci. Anti biososioekonomi berarti pro triple six, dan triple six akan mendapat hukuman Tuhan di hari h yang dahsyat yang datang seperti pencuri, tak terduga. Partisipsi semua orang memang diperlukan namun bila semangat atau partisipasi itu melemah, kita hanya bersandar pada kebaikan, kuasa, dan kebijaksanaan Tuhan. Apa yang akan Tuhan lakukan adalah hak prerogatif-Nya.

Saya akan tetap memposting tulisan berlabel biososioekonomi, namun tidak semua postingan berlabel biososioekonomi seperti postingan kali ini. Memposting tulisan biososioekonomi dan tulisan lain bagi saya adalah bagian dari dharma ksatria sebagaiamana yang pernah saya sampaikan dalam tulisan saya terdahulu yang berjudul:"Dharma Ksatria: 'Antara Satrio Piningit dan Ksatria Luhur' "

7 komentar:

Anonim mengatakan...

Sebenarnya ciri utama seorang SATRIO PININGIT itu adalah dia seorang WALI BESAR ALLAH yang mempunyai karamah yg besar pula seperti yg Allah anugerahkan kpd para Rasul, yaitu : Dia mampu mengubah manusia menjadi kenal, cinta dan takut dengan Allah. Dia adalah seorang pemimpin berwibawa yg sangat disegani olh musuhnya dan sangat ditaati olh pengikutnya. Saya lihat yg memenuhi syarat ini hanya ABUYA ASHAARI MUHAMMAD AT TAMIMI. Saya yakin beliaulah SATRIO PININGIT itu yg akan menjadi Presiden Indonesia ke 7. Maaf ya mas. Munkin mas termasuk org baik/pintar hasil dr belajar. Tp Abuya Ashaari itu ilmunya langsung dari Allah atau dikenal dgn ILMU ILHAM. sehingga apapunyg kita tanya kpd nya dia langsung bisa jawab tanpa harus berpikir atau buka literatur dulu. Inilah karamah besarnya. yg dgn Ilmu Ilham itu juga dia akan selesaikan semua masalah bangsa Indonesia yg sdh sangat kritis dan kompleks ini. Saya telah menganalisanya sejak thn 1989 yg lalu sampai skrg. Saya tunggu respon mas. Tksh.

abutaufik mengatakan...

saya sangat setuju dgn pendapat anonymous diatas. untuk membuktikannya eloknya kita beri laluan saja kpd Abuya Ashaari itu utk selesaikan masalah bangsa indoesia yg sdh sgt kronik ini. apalagi dgn kerusakan moral para petinggi2 negeri ini, yg satu persatu dibongkar dan dipertontonkan melalui TV setiap hari ditambah pula dgn goro2 yg berlaku di-mana2 walau msh bersifat lokal. kan lebih baik kita coba serahkan saja kpd abuya ashaari, shg kalau betul beliau Satrio Piningit itu, tentu tdk banyak lagi orang yg menjadi korban dgn berlakunya goro2 yg lebih besar secara nasional. Ya Allah, tolonglah perlihatkan bhw kebenaranMU itu mmg benar adanya dan beri kekuatan pd kami utk memperjuangkannya. Amin 313 x.

muhammad thohir mengatakan...

membicarakan Satria Piningit ini, kita tdk bisa melupakan bapak Permadi SH, beliaulah diantara tokoh yg banyak menulis dan mengulas ttg Satria Piningit di Indonesia ini. saya pernah membaca beberapa tulisan pak Permadi SH, diantaranya dalam buku karangan Ridwan Saidi berjudul "Bencana bersama SBY" (2009. Disana beliau menulis dibawah judul "Goro - goro SBY", Yang sgt menarik perhatian saya adalah bahwa Pak Permadi menegaskan pendirian beliau bahwa Satrio Piningit itu sudah ada disekitar kita sekarang ini dan dia sudah memimpin, hanya jati dirinya saja yg belum lagi diketahaui orang banyak. karena memang itu pakemnya. Jadi kalau Abuya Ashaari dikatakan sebagai Satria Piningit, saya rasa apa salahnya kita percayai saja, karena ketokohan beliau ini mmg sdh sangat dikenal sejak dia mendirikan darul Arqam dulu (1968) dan sdh banyak ujian dan tantangan yg dihadapiya tapi dia dapat lalui dgn baik shg sampai sekarang dia masih eksis dlm memperjuangakn sistim hidup islam dalam jamaahnya yg bernama global ikhwan. Saya menghimbau semua rakyat negeri ini ini "mari kita beri peluang saja kpd Abuya Ashaari memimpin negeri ini, sekaligus membuktikan betulkah beliau sebagai Satria Piningit", Kaluau betul kan kita semua yg beruntung, dan kalau tak betul pula tidak ada yg rugi kan?. Tapi sepak terjangnya dlm memperjuangkan sistim hidup islam selama 50 thn dlm skala jamaah sdh terbukti berjaya. Apalagi semua pemimpin yg kita pilih melalui pilkada nyatanya semua telah gagal dlm menyelesaikan masalah bangsa ini. kita semua melihat masalah bukan slesai tapi justru makin bertambah, terutama masalah MORAL PEJABAT DAN RAKYAT yang sudah sangat memprihatinkan sekali.

Anonim mengatakan...

Ga ada itu Satria piningit yang satria beneran, silahkan cari sendiri sebab sudah ada orangnya. mau tahu? biasanya dia berjalan kaki di sekitar monas sampai bundaran HI siang hari, tidak pernah pake kendaraan, kalau melihat ada orang yang berpenampilan aneh (tidak lasim) itu dia orangnya.Cepat salami dan sapa dia tapi tidak akan mengaku bahwa dia orangnya, tapi hati2 sebab orangnya sakti mandraguna kekuatannya bisa menyamai ribuan orang.

Anonim mengatakan...

wekekekekekekekek....lucu....nggedabrus!

Anonim mengatakan...

Sabdo Palon telah jelas-jelas pantang bersentuhan dengan manusia beragama Islam.Agama yang intinya mendoakan kiamat.Penghianatan terhadap manusia dan semua makhluk dan ciptaan Tuhan.Kalaupun ada orang yang mengaku membuat tsunami seperti tertulis diatas,saya mau muntah di buatnya.Suruh menghidupkan orang mati dulu.Wong istrinya banyak gitu.Sejak kapan tukang esek-esek jadi teladan.Pemikiran super BODOH.

Anonim mengatakan...

ciri-ciri satria piningit, ketika orang2 mendorongnya berkuasa dia tidak mau, tetapi tuhan akan menjadikannya pemimpin....

Poskan Komentar